Download

Showing posts with label Android. Show all posts
Showing posts with label Android. Show all posts

Mengenal Prosesor PC Tablet

 
 Mengenal Prosesor PC Tablet
Prosesor atau disebut juga CPU merupakan komponen paling utama pada tablet Android. Semakin hebat kemampuan sebuah prosesor, tablet juga akan semakin responsif dan cepat. Selain Intel, prosesor tablet umumnya menggunakan arsitektur ARM ( Advanced RISK Machine). Pada umumnya prosesor dengan kecepatan 1GHz ke atas sudah menggunakan arsitektur ARMv7.
Semakin besar kecepatan pada prosesor maka semakin bagus kemampuan tablet tersebut. Hal ini berhububngan dengan versi Android yang digunakan. Pada umumnya tablet Android yang masuk kategori low-end menggunakan prosesor lama dengan kecepatan di bawah 1GHz. Misalnya tablet keluaran merek lokal yang rata-rata memakai chipst prosesor dengan clock speed mulai dari 600 MHz hingga 800 MHz, platform yang digunakan pun kebanyakan masih MTK. Dengan kecepatan seperti ini, dan banyaknya aplikasi yang dijejalkan, membuat kinerja tablet menjadi lemot.
Bila berbicara prosesor itu sendiri, sebenarnya agak sulit menjelaskan perkembangan prosesor yang digunakan oleh tablet Android berdasarkan urutan waktunya. Karena produsen prosesor saling berlomba dalam produksinya. Namun prosesor yang disematkan pada tablet dibagi ke dalam 4 kategori produk yaitu Exynos, OMAP, Tegra, dan Snapdragon.
1. Exynos
Prosesor ini dikembangkan oleh Samsung Electronics. Produk pertamanya dinamakan Exynos 3110 yang sebelumnya dinamakan Hummingbird atau SSPC110. Jenis prosesor terbaru Exynos adalah Exynos 4212 yang dibangun menggunakan CPU ARM Cortex 9 dual core dengan clock antara 1.2 GHz hingga 1.5 GHz. Prosesor ini dilengkapi dengan GPU ARM Mali-400 MP4. Contoh tablet yang menggunakan prosesor ini adalah Samsung Galaxy Tab 7.7 (P6800).
2. OMAP
Prosesor ini diproduksi oleh Texas Instrument. Saat ini Texas Instrument telah mengeluarkan 4 generasi prosesor OMAP yaitu OMAP1, OMAP2, OMAP3, dan OMAP4. Generasi OMAP4 dapat menampilkan tampilan situs di internet seperti tampilan website pada PC serta mendukung video full HD 1080p. Generasi ke lima OMAP baru saja diperkenalkan OMAP5 dengan arsitektur ARM Cortex A 15 dengan clock 2 GHz. Untuk yang menggunakan prosesor TI OMAP ada Samsung Galaxy Tab 2.7.0 (P3110).
3. Tegra
Tegra merupakan produk dari Nvidia. Saat ini terdapat 3 generasi dari prosesor Tegra yakni Nvidia Tegra APX, Nvidia Tegra 2, dan Nvidia Tegra 3. Prosesor Tegra 3 dibangun menggunakan arsitektur ARM Cortex A9 dengan clock 1.4 GHz dan mampu menampilkan video dengan resolusi hingga 2560x1600 pixel. Di sini, tablet dengan prosesor Tegra adalah LG Optimus Pad, Sony Tablet S Series, Sony Tablet P Series, dan Asus Transformer.
4. Snapdragon
Prosesor keluaran Qualcomm yang dinamakan Snapdragon ini telah meluncurkan 3 generasi yaitu Snapdragon1, Snapdragon2, dan Snapdragon3. Prosesor Snapdragon single core 1.4 diyakini memiliki performa yang tidak kalah dibanding prosesor dual core pada perangkat lain. Untuk prosesor Qualcomm Snapdragon ini, kebanyakan digunakan oleh tablet branded second layer seperti ZTE Light Tab, Huawei IDEOS S7 Slim serta beberapa tablet merek lokal seperti S Nexian Genius A7500 dan Advan Android.

Android Jelly Bean VS Ice Cream Sandwich

 
Android 4,1 Jelly Bean
Ada pepatah umum di kalangan techie ketika ada versi baru dari Windows, versi terbaru selalu lebih lambat dari pendahulunya. Untungnya, itu tidak terjadi untuk Android. Jadi Google dapat dengan bangga mengumumkan Jelly Bean sebagai Android tercepat dan ter-smooth saat ini. Ketika kita melihat apa yang baru di Jelly Bean, ada perbedaan beberapa perbedaan.
 
Sistem Operasi Android Jelly Bean adalah lebih responsif terhadap sentuhan. Jelly Bean memperkenalkan konsep memperpanjang waktu vsync di UI. Dalam istilah awam hal ini berarti bahwa, setiap event di OS akan sinkron dengan 16 milidetik vsync hearbeat vsync. Biasanya, bila kita menggunakan telepon setelah suatu periode tidak aktif, dapat cenderung lambat dan sedikit kurang responsif. Jelly Bean menghilangkan hal tersbut dengan menambahkan CPU input boost yang memastikan CPU dialokasikan untuk sentuhan event berikutnya setelah tidak aktif beberapa saat.
 
Sejak dulu, notifications bar telah menjadi salah satu ketertaikan utama di Android. Jelly Bean melakukan penyegaran untuk notification framework yang memungkinkan aplikasi untuk mengaksesnya dengan cara yang lebih beragam. Sebagai contoh, sekarang aplikasi apapun dapat menampilkan notifikasi tambahan yang mendukung berbagai jenis konten seperti foto dan konten dinamis. Browser juga ditingkatkan, dengan tambahan beberapa dukungan bahasa memungkinkan lebih banyak konsumen untuk menggunaka Android dalam bahasa ibu mereka.

Ketika kita melihat aplikasi bawaan, Google Now tidak diragukan lagi menjadi app yang paling banyak diperbincangkan. Google Now menyediakan informasi penting untuk Anda, kapan saja tertentu. Aplikasi ini merupakan aplikasi pembelajaran yang dapat dengan cepat beradaptasi dengan kebiasaan Anda dan menampilkan informasi yang Anda ingintkan dalam bentuk kartu/tike. Misalnya, Anda pergi dalam perjalanan bisnis, dan Anda ke luar negeri, Google Now akan menunjukkan waktu lokal dan nilai tukar yang relevan. App ini juga akan sukarela membantu Anda meemesan tiket pulang. App ini juga dapat bertindak seperti asisten pribadi digital seperti Siri di Apple. Selain perbedaan-perbedaan nyata, ada banyak fitur baru dan perubahan di bagian back end menggunakan fitur ini untuk datang dengan hal keren.

Android 4.0 Ice Cream Sandwich
Android 4.0 Ice Cream Sandwich merupakan penerus untuk Honeycomb dan Gingerbread. Anda mungkin bertanya-tanya mengapa saya menggunakan dua sistem operasi untuk memperkenalkan ICS; itu karena Honeycomb dan Gingerbread dibangun untuk dua tujuan yang berbeda. Honeycomb adalah lebih baru dari Gingerbread, tapi dioptimalkan untuk tablet sementara Gingerbread lebih dominant untuk smartphone. Ketika ICS diperkenalkan, Google ingin sinergi antara keduanya dan menyatukannya dalam ICS. Oleh karena itu Sederhana, cantik dan lebih pintar seperti yang diiklankan. Versi ini adalah sistem operasi Android pertama yang memperkenalkan UI terpadu untuk tablet dan smartphone.
 
Selain UI revolusioner, ICS juga dioptimalkan untuk multitasking. Hal ini memungkinkan pengguna lebih mulus beralih antar aplikasi dan panel pemberitahuan. Folder bisa ditampilkan ke Home screen yang dapat digunakan untuk mengelompokkan beberapa ikon. Widget yang juga resizable yang merupakan keuntungan yang signifikan. Kunci layar memiliki fitur baru di mana Anda dapat langsung melompat ke aplikasi kamera dan pemberitahuan. Pemeriksaan teks dan pengucapan juga telah ditingkatkan.
 
Sebuah mesin suara yang powerful diperkenalkan untuk digunakan melawan Apple Siri meskipun aplikasi yang diperlukan masih perlu direkayasa. Dari segi aplikasi, Anda bisa menggunakan aplikasi ”People” yang menawarkan banyak informasi profil tentang semua orang. App ini adalah sistem user-centric di mana segala sesuatu tentang pengguna dapat ditemukan di satu tempat termasuk profil di media sosial dll. Selanjutnya, kemampuan kamera juga telah meningkat dengan beberapa fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar artistik.

Perbandingan Antara Singkat Sandwich Ice Cream Android dan Jelly Bean (Android 4.0 vs 4.1)
  • Jelly Bean lebih cepat, halus dan lebih responsif dari ICS karena fitur unit waktu vsync diperpanjang di semua elemen UI.
  • Jelly Bean dapat merespon lebih cepat bahkan ketika ponsel tidak aktif karena CPU input boost baru.
  • Jelly Bean memiliki notification bar serbaguna dimana aplikasi dapat membuat pemberitahuan live dengan berbagai macam konten dinamis.
  • Jelly Bean memiliki widget aplikasi cerdas dan resizable.
  • Google Now  di Jelly Bean, yang menawarkan pola penggunaan yang unik  dan menarik bagi pengguna.
  • jika Anda terbiasa dengan ICS, kemudian berubah ke Jelly Bean tidak akan memberikan banyak kesulitan sama sekali. Satu-satunya masalah adalah bahwa, diperlukan sebuah smartphone high end untuk menjalankan Jelly Bean.
CHIP.co.id – Jumlah perangkat Android versi Jelly Bean kini sudah menyalip jumlah perangkat-perangkat yang menjalankan sistem operasi Ice Cream Sandwich. Hingga bulan April ini, perangkat Jelly Bean yang aktif, baik 4.1 maupun 4.2 meningkat sebanyak 3,4 persen menjadi 28,4 persen, menyalip perangkat Android 4.0 Ice Cream Sandwich yang turun sebesar 1,8 persen menjadi 27,5 persen.

Harga Tablet di bawah 1 Jutaan

Harga Tablet di bawah ini sangat cocok untuk anda yang ingin memiliki rencana membeli sebuah perangkat tablet dengan harga yang terjangkau. Saat ini hanya dengan budget di bawah 1 jutaan kita sudah bisa memiliki sebuah tablet yang memiliki spesifikasi serta fitur yang makyuss.

Harga Tablet di bawah ini memiliki kisaran harga antara 500 ribu sampai dengan di bawah harga 1 jutaan. Dan silahkan saja di bawah ini adalah tabel lengkapnya mengenai Daftar Harga Tablet Murah di Bawah 1 Juta.
Tabulet Tabz Z1M Harga Tablet RP. 999.500
Archos 28 Internet Tablet Harga Tablet RP. 999.500
Movi Max P1 Tablet Harga Tablet RP. 949.000
Cyrus Atom Pad WiFi Harga Tablet RP. 945.000
Movi Max P1 Tablet Harga Tablet RP. 929.900
Movi Tab P1 Lite Harga Tablet RP. 920.900
Cyrus Atom Pad Lite Harga Tablet RP. 920.900
SpeedUp Pad Slim Harga Tablet RP. 910.000
MyPad My103 Mybrownies Harga Tablet RP. 899.900
Ainol Novo 7 Paladin Harga Tablet RP. 899.500
Cyrus AtomPad (Edisi Koo Ping Hoo) Harga Tablet RP. 889.000
SpeedUp Pad Slim Harga Tablet RP. 859.500
IMO Tab X5 Mars Harga Tablet RP. 859.000
Ainol Novo 7 Legend Harga Tablet RP. 849.900
Cyrus AtomPad 16 GB Harga Tablet RP. 824.900
Taff Light Tab E72 Harga Tablet RP. 799.900
Cyrus Atom Pad Lite WiFi Harga Tablet RP. 755.900

Menjalankan Aplikasi Android di PC dengan BlueStacks

Menjalankan Aplikasi Android di PC dengan BlueStacks

Untuk dapat menjalankan aplikasi Android di PC dapat menggunakan sebuah software yang bernama BlueStacks. BlueStack ini merupakan salah satu emulator Android terbaik bagi Windows. Software ini sendiri mengharuskan kita memiliki Microsoft’s .NET Framework 3.5 (akan terdapat pilihan untuk menginstalnya apabila kita belum punya). BlueStack juga memungkinkan kita melakukan sync apabila kita memiliki gadget Android. Tentu saja BlueStack bukannya melakukan sycn bagi semua data kita, melainkan hanya mentransfer aplikasi dari Android kita untuk dijalankan di PC.
Pihak TechCrunch melaporkan bahwa GPU di PC kita akan membantu beberapa game Android seperti Angry Birds dan Fruit Ninja berjalan cukup mulus. Namun karena masih dalam tahap versi beta, masih banyak kekurangan yang dilaporkan dari software ini, seperti belum support bagi aplikasi yang membutuhkan multi touch serta banyak yang mengalami kegagalan saat mentrasfer app dari Android mereka ke PC.
Apabila kalian tertarik, kalian dapat langsung mendownload software ini di situs BlueStack secara free. Software ini dapat berjalan di Window XP, Vista dan Windows 7.
 

Wide Area Network

Wide Area Network
Support : Creating Website | Portal-jarkom Template | Portal-Jarkom Template
Copyright © 2011. Belajar IT Lebih Mudah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger